
BANDARLAMPUNG- Komisi IV DPRD Bandarlampung inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SD dan SMP yang tengah menjalani program revitalisasi pembangunan dari APBN 2025, Senin (03/11/2025).
Sidak ini untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai perencanaan dan penggunaan anggaran tepat sasaran.
Ketua Komisi IV DPRD Asroni Paslah, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan pembangunan sarana pendidikan di Bandarlampung.
“Kami ingin memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan hasilnya benar-benar bisa para siswa dan guru manfaatkan” ujarnya.
Hasil sidak, Komisi IV menemukan beberapa pekerjaan belum rampung dan ada dugaan pengkondisian proses pembelian bahan bangunan.
Komisi IV DPRD meminta dinas terkait segera menindaklanjuti temuan di lapangan.
“Kami juga menekankan agar Dinas Pendidikan ketat mengawasi setiap proyek revitalisasi,” tegasnya.
Selain itu, Komisi IV meminta tim audit BPK memeriksa sekolah yang mendapat bantuan tersebut.
“Jangan sampai mengabaikan mutu bangunan karena akan berdampak langsung pada nyaman belajar siswa,” tegas Asroni Paslah.
Komisi IV DPRD berkomitmen terus memantau progres revitalisasi hingga selesai. Ini agar pembangunan benar bermanfaat bagi dunia pendidikan di Bandarlampung.
“Setelah progres semua selesai, kami akan panggil seluruh kepala sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi,” tegasnya.
Selain Asroni Paslah, hadir juga dalam, yaitu Anggota Komisi IV Dewi Mayang Suri Djausal, Agus Purwanto, Muhamad Nikki Saputra, dan Ahmad Muqis.
Lokasi sidak Komisi IV, antara lain SDN 1 Pengajaran bernilai pagu Rp700 juta, SMPN 23 Rp515 juta, dan SDN 1 Rajabasa Rp2,1 miliar.
Kemudian, SDN 2 Rajabasa bernilai pagu Rp 2,059 miliar, SDN 1 Pinang Jaya Rp1,977 miliar, dan SDN 2 Batu Putu Rp779 juta. (mf)